Langsung ke konten utama

Oct, 9 (Edisi ga jadi nonton LANY)


Today was meant to be my happiest day of the year.

I woke this morning with a weight in my chest, as if a part of me was slipping away—a part that held me upright. But today, it longs to drift with the breeze of fate, leaving me fragile. I lingered in bed, unmoving for what felt like ages, as I struggled to grasp a surrender that seemed so hard to reach.

And so, I remained there, suspended between what was and what is yet to come, waiting for peace to find me.

October has always been my time to let go—to embrace the purity of my deepest sincerity, to acknowledge that as a fragile soul, I can only plan. To accept, as a finite being, that not all desires align with reality.

To release; to surrender. Such is life. A part of us departs, only to be replaced by another.

I realized that perhaps happiness doesn't always come as expected. It slips through in quiet moments of acceptance, in the soft release of what no longer serves us.

As one part of me fades with the wind, another is ready to bloom, nurtured by the acceptance I’ve been learning to hold. And so, with each breath, I am reminded: to let go is not to lose, but to make room for all that is still to come.

Lastly, I’ll close by quoting the lyrics from eleventwelfth’s song:

“I’d like to see what hides behind, the upcoming fate am I ready to cross the line?”

—vic

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supernova

  Million bulbs in the void, bursts into a piece as its light disperse, like a supernova, we dwell in the fading light, fight against gravity and grow red, restart, become blue with fury, sedated by dark, concourse into the blackhole, turning it into a singularity, succumbing to the demise, reconciled with eternity. We were once scintilation, before we collapse into one, so what are we now? -vic

Cerita tentang Merpati dan Mawar Putih

Suatu hari ada seekor merpati yang jatuh cinta kepada setangkai mawar putih. Setiap hari merpati berusaha untuk mengungkapkan perasaannya itu kepada mawar putih. Tapi mawar putih tidak pernah merespon merpati. Bahkan mawar merah pernah berkata kepada merpati : "Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu Merpati ! Tidak Akan !" Kendati begitu, Merpati tidak mau menyerah, setiap hari dia datang kepada mawar putih untuk mengungkapkan perasaannya. Taletapi tak sama sekali membuka hati mawar putih. Mawar putih selalu menolak merpati. Sampai pada suatu hari, ketika merpati mendatangi mawar putih yang kesekian kalinya untuk menyatakan perasaannya, Mawar putih berkata pada merpati "Aku akan bisa mencintimu, tapi dengan satu syarat, kau harus mengubahku menjadi mawar merah !". Merpati pun menyanggupi persyaratan itu, walaupun ia tak yakin bahwa ia bisa untuk mengubah mawar putih menjadi mawar merah, tapi ia akan berusaha memikirkan seribu cara. Karena ia begitu mencintai mawar p...

Aurora Borealis

Aurora adalah Fenomena pancaran cahaya yang Menyala-nyala pada Lapisan Inionosfer dari sebuah Planet akibat adanya sebuah interaksi pada medan magnetik. Pada Motologi Romawi Kuno Aurora adalah dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya matahari. Menurut Teori Bejamin Franklin misteri Cahaya Utara disebabkan oleh Konsentrasi muatan listrik pada daerah kutub yang didukung oleh salju dan uap air. Aurora Borealis sering muncul pada bulan Maret-April atau Agustus-Oktober. Fenomena ini terjadi pada lapisan Inionosfer bumi akibat medan magnetik dan partikel yang dipancarkan oleh matahari. Sumber utamanya adalah angin matahari yang melewati bumi. Pada saat aurora Borealis terjadi matahari seolah-olah terbit disebelah utara. Arora paling spektakuler yang terjadi sepanjang sejarah adalah yang terjadi pada tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859. Aurora Borealis memang telah lama menarik perhatian berbagai ilmuwan. Salah satunya Andre C...