Langsung ke konten utama

Kamu Bisa Apa?

 



Sebuah tanya keras sekali memeking di selusur kepala. Lalu kemudian aku cuma bisa tersentak, memikirkan dalam-dalam jawaban dari tanya yang bergema. Ku amati dengan seksama pantulan diriku di cermin, perasaan rendah berkecamuk segera. Belum terlalu renta, namun tak jua cukup muda. 


“Kamu bisa apa?”


Kali ini gemanya cukup keras. Cukup membuat sekujur tubuh lemas. Jawaban itu ada di antah berantah. Pantulan diriku terlihat tak terkendali. Kacau dan berantakan sekali. Apa ini potret diri tanpa filter dan riasan? Di sana sini penuh bekas borok. Sebagian bahkan belum sepenuhnya kering. 


“Kamu bisa apa?”


Gema suara itu laksana halilintar di tengah malam. Meraung di rapuhnya jiwa. Kini aku jadi muak sendiri melihat rupa diriku di cermin. Ku pejamkan mataku, menolak untuk melihat sosok yang ada di hadapanku. Tapi kupikir ini lah pantulan diriku yang sejujur-jujurnya. Tak satupun orang tahu. Lambat laun ku buka mataku lagi. Meski setengah bergidik, aku harus bisa menerima diri sendiri bukan? Ini lah aku. 


“Kamu bisa apa?”


Kali ini aku lebih berani ketika suara itu datang lagi. Lagipula aku sudah menemukan jawabnya.


“Aku tak berdaya, tak bisa apa-apa,” jawabku dengan lantang. Pasrah, ku biarkan diriku dikuliti sampai habis.


“Aku kalah,” pungkasku sambil menyerah.


-vic

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Supernova

  Million bulbs in the void, bursts into a piece as its light disperse, like a supernova, we dwell in the fading light, fight against gravity and grow red, restart, become blue with fury, sedated by dark, concourse into the blackhole, turning it into a singularity, succumbing to the demise, reconciled with eternity. We were once scintilation, before we collapse into one, so what are we now? -vic

Cerita tentang Merpati dan Mawar Putih

Suatu hari ada seekor merpati yang jatuh cinta kepada setangkai mawar putih. Setiap hari merpati berusaha untuk mengungkapkan perasaannya itu kepada mawar putih. Tapi mawar putih tidak pernah merespon merpati. Bahkan mawar merah pernah berkata kepada merpati : "Aku tidak akan pernah bisa mencintaimu Merpati ! Tidak Akan !" Kendati begitu, Merpati tidak mau menyerah, setiap hari dia datang kepada mawar putih untuk mengungkapkan perasaannya. Taletapi tak sama sekali membuka hati mawar putih. Mawar putih selalu menolak merpati. Sampai pada suatu hari, ketika merpati mendatangi mawar putih yang kesekian kalinya untuk menyatakan perasaannya, Mawar putih berkata pada merpati "Aku akan bisa mencintimu, tapi dengan satu syarat, kau harus mengubahku menjadi mawar merah !". Merpati pun menyanggupi persyaratan itu, walaupun ia tak yakin bahwa ia bisa untuk mengubah mawar putih menjadi mawar merah, tapi ia akan berusaha memikirkan seribu cara. Karena ia begitu mencintai mawar p...

Aurora Borealis

Aurora adalah Fenomena pancaran cahaya yang Menyala-nyala pada Lapisan Inionosfer dari sebuah Planet akibat adanya sebuah interaksi pada medan magnetik. Pada Motologi Romawi Kuno Aurora adalah dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya matahari. Menurut Teori Bejamin Franklin misteri Cahaya Utara disebabkan oleh Konsentrasi muatan listrik pada daerah kutub yang didukung oleh salju dan uap air. Aurora Borealis sering muncul pada bulan Maret-April atau Agustus-Oktober. Fenomena ini terjadi pada lapisan Inionosfer bumi akibat medan magnetik dan partikel yang dipancarkan oleh matahari. Sumber utamanya adalah angin matahari yang melewati bumi. Pada saat aurora Borealis terjadi matahari seolah-olah terbit disebelah utara. Arora paling spektakuler yang terjadi sepanjang sejarah adalah yang terjadi pada tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859. Aurora Borealis memang telah lama menarik perhatian berbagai ilmuwan. Salah satunya Andre C...