Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Kontradiktif

  Langit dan batin saling bersilang, seperti  dua cermin yang tidak pernah benar-benar sepakat. (i) Malam baru saja bertahta di angkasa. Sayup-sayup puji-pujian terdengar di mikrofon masjid. Di waktu yang menenangkan itu, aku membaringkan diriku di atas genteng, membiarkan angin membelai kulitku dengan lembut. Angin malam juga turut menggerakkan daun-daun taman di atas gentengku, lalu ranting dan pohon di sebelah rumahku. Sudah cukup lama aku tidak ke genteng dan melihat langit, rutinitas yang dulu aku kerap lakukan untuk menjernihkan pikiran, atau meredam emosi, atau hanya ingin melamun mencari ketenangan. Dulu rasanya setiap hari batinku selalu bergejolak, dan melihat langit adalah salah satu cara meredakannya. Sambil melihat langit, aku menumpahkan perasaanku, menangis tanpa suara. Sudah lama sekali sejak batinku bergejolak, kini rasanya sudah jauh lebih tenang terkendali. Aku tidak bisa mengatakan aku sudah pulih sepenuhnya, tapi aku yakin aku menuju ke tahap itu. Semesta ...